Catatan diri seorang mohyiyi
Sabar Ikhtiar ProfesionalArchive for New Life
The Day: Preparation
Walo sehat tetep aja nginep di RS mah ga enak. Selain suasana juga nyamuknya buanyak sekali (walo dah masang obat nyamuk elektrik juga aksi smash raket listrik). Berhubung rekomendasi dan rujukan dokter bahwa bumil harus check in dari kemarin sore (H-1) jadi dijalani saja.
Bumil diwajibkan puasa dari jam 3 dan mandi jam 5 pagi. Setelah itu dipasang infus, urinair dan memakai baju operasi. Pemeriksaan alat, bahan dah obat untuk operasi. Bumil juga diperiksa tensi darah. Oiya semalam denyut jantung dedebayi jg dicheck, 141-152 kali/menit, katanya normal.
Tapi sampai saat ini kami belum dapat jadwal pasti, menurut perawat/bidan masih menunggu dokter, biasanya setelah jam 9. Jadi sementara waktu kami masih menunggu.
Untuk menjaga stamina, suami sebagai penjaga juga harus memperhatikan kesehatan. Sarapan sangat dianjurkan, apalagi jatah untuk pasien -yang sedang puasa- sudah siap jadi saya embat hehe (plus kiriman dari mamah mertua).
Selain sarapan, suami -dan keluarga- juga harus banyak sholawat dan shodaqoh (SMS dari Sdr M Hafiz). Juga perbanyak do’a terutama do’a Nabi Nuh “Laa ilaha illa anta, inni kuntum minadhoolimiin”. Amin
2009: The Proposal & Enganged
Peras sagu tumbuk pakai alu
damar getah oleskan pintu.
Hari Minggu dua tahun lalu
melamar dia diantar ortu.
Setelah berkenalan cukup lama, akhirnya saya memberanikan diri memohon restu orang tua untuk melamar Evrina Budiastuti binti Bapak Budoyo. Alhamdulillah niatan tersebut teryata didorong juga. Dan setelah dibicarakan kepada kedua belah pihak, pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2009 lalu saya diantar oleh orang tua beserta saudara melamar dan bertunangan dengan Evrina. Dan hasilnya alhamdulillah saya diterima
.
Hal-hal yang menyangkut jenjang lebih lanjut dibicarakan kemudian.
Lega rasanya saat itu, karena salah satu tahapan dalam kehidupan saya telah terlewati.
Segera Nambah No Ponsel
Perbedaan provider layanan seluler kadang dikeluhkan apabila interaksi antar person cukup tinggi, hal ini dikarenakan tarip seringkali lebih mahal pada setiap layanan.
Beda tempat beda pula kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan seluler. Begitupun saya. Di tempat sebelumnya yang ngetren adalah yang sinyalnya kuat, sedangkan di tempat baru-Subang kebanyakan memakai komunitas yang tarifnya paling murah.
Otomatis saya juga (akan segera) menggunakan no baru. Konon kata orang-orang disini telpon siang-malam gratis kepada sesama komunitas, hanya bayar-semacam abodemen-bulanan.
Tambah no biasanya nambah juga budget yang harus dialokasikan… Dan sepertinya gadget pun harus nambah, mulai melirik dualsim, agar on semua tanpa harus rempong nenteng banyak gadget.
Orientasi Lapangan Pasir Muncang
Di tempat baru saya ditugaskan untuk mengelola Lab Pengendalian Hayati (Biological Pest Control) serta kebun bibit se-Rayon Pasir Muncang (PSM). Sebagai awalan, hari ini diawali dengan aktivitas pengenalan/orientasi lapangan ditemani oleh coordinator sebelumnya yakni Bpk Maskun (Akun). Rayon ini dibagi menjadi 5 wilayah (VI-X), lumayan luas juga, tadi saja tidak semua kebun terkunjungi.
Kebetulan Sinder Wilayah diantaranya Bayu Adhi dan Iyandri Agusta sudah kenal, semoga saja nantinya bisa bekerja bersama. Amin
First Day At Subang
Diiringi doa dan harapan dari istri dan keluarga di Bojonggede-Bogor saya berangkat. Melintasi jalanan basah sisa hujan semalam dan dinginnya embun serta kabut pagi di wajah kami yang masih bergurat kantuk. Dibonceng bapak mertua sampai Gapura Tegar Beriman Pemda Bogor-Cibinong. Hari ini merupakan perdana kerja di tempat baru, Subang.
Maksud hati ingin mengejar waktu, agar sampai kantor lebih pagi. Apadaya ternyata sampai Subang siang juga, jam 10. Terpaksa deh agenda yang sudah disusun berantakan. Diantaranya: lapor kepada pimpinan setempat, perkenalan dan kulonuwun ke PG Subang serta ke mess/guess house. Namun karena sudah siang dan pimpinan setempat sudah pada berangkat ke kebun, jadinya saya langsung ke mess saja istirahat. Siang setelah istirahat saya baru ke kantor. Lapor serta kenalan dengan rekan-rekan disini, sebetulnya sudah sering ketemu.
Agenda kulonuwunnya di-pending sampai besok.
Saya selama transisi ini menempati kamar 10 mess PG Subang. Mungkin ini akan berlangsung hingga rumah tersedia dan siap huni. Semoga saja tidak terlalu lama dan saya bias cepat berdaptasi. Amin
#sebagai informasi dari Pak Nandang, yang sudah pengalaman, bus jurusan Jakarta-Subang (AC, via Tol Sadang) paling pagi dari Pasar Rebo berangkat jam 04.30, dan dari Kalijati-Subang menuju Jakarta terakhir jam 16.00 sore. Catat!
