Catatan diri seorang mohyiyi
Sabar Ikhtiar ProfesionalArchive for Puisi
Sepi
Kala senja benamkan mentari
Rumah tua hanya aku yang mengisi
Sepi
Sepi
Sepi
Kadang kereta api lewat sesekali
Sisanya gemerisik dari tipi,
Sunyi
Lampu neon seringnya mati
Ke dapurpun kadang tak berani
Apa nasibnya Kamis malam nanti?
Ditemani neng Jinni?
Kalau neng kunti beraksi,
Aku tak punya nyali…
Ibu, Kasih Dan Cintamu Tak Pernah Jeda
Sepanjang masa tak bedakan usia
dimanapun kau berada
kasih dan cinta tak pernah jeda.
Siang malam tak putus do’a tuk ananda.
Ibu,
apapun peranmu
darimu generasi tercipta.
Ibu-ku,
ibu-mu,
ibu-nya,
Untuk semua ibu, i love you.
Pahlawan Itu…
Pahlawan itu…
Pemberi banyak makna dan manfaat bagi sesama,
Lebih baik teteskan darah daripada air mata,
yang dalam sunyi senantiasa berdoa untuk kedamaian dunia,
mungkin,
tak harap balas dan tanda jasa,
hanya ikhlas di hati liLahi Ta’ala,
nisan tak bernama bahkan terserak tanpa pusara.
Bagiku engkau yang telah ngASI sari kehidupan, berjuang untuk keluarga. Juga pahlawan!
Salam takjim untuk mu para pahlawan….
01:13 Ku Terjaga
01:13
Terjaga mata segera
tatkala genting riuh dengan suara
suasana sejuk menerpa seketika
hujan beserta berkah
tercurah semoga
segera sujud Isya tunai terjeda
Ya Rabb jauhkan kami dari bala, curahi kami bahagia sejahtera.
07:09
Bulan bintang ingin kupeluk
di dingin pagi gerimis
aku rindu kalian
Tetes Hujan Di Kaca Miniarta
Rintik hujan sepanjang perjalanan
tetes bening di kaca jendela
menyisakan embun dipipi, dingin, kaburkan pandangan.
Raga menjauh, hati tertinggal di kamar penuh tangis bayi
membawa kangen serta,
tadi hanya kutinggalkan kecup sayang dan doa.
Ayah kangen kamu Alfi sayang.
*) Miniarta Bogor-Jakarta | 9-Okt-11 | 20:45
