Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for June 11, 2011

Senja Di Atas Kereta

Senja di kereta

Laju kereta membelah hamparan sawah,
kadang rumah-rumah,
jalan terputus sejenak.
Gemuruh roda dan batangan besi,
resonansi dada akan rindu,
di Bogor telah dinanti kamu.

Pohon-pohon berlari, bahkan tiang besi,
menjauh silih berganti,
relativitas terjadi pada kursi,
belum berhenti
imajinasi lamunan lewat jendela kaca.

Senja di atas kereta
Laju ke barat mengejar mega di horizon jingga,
tak berhenti seakan mengerti
rindu kamu di hati.

*) Cireks, antara St Jatibarang ~ St Gambir, 11 Juni 2011, 17:34 wib

Advertisements

Batuk

Batuk

Seperti cinta,
datang tak diduga
meledak pecahkan senyap
walo tak suara,
habiskan tenaga
sesakkan dada
semburkan durja
keluar paksa
sembunyi tak bisa
malam pasti terjaga
rampok nista pun jera

mengeluh tak jadikan sembuh
sabar saja, anggap olah raga (padahal derita)

*) R&D | Sabtu, 11 Juni 2011 | 09:32 wib

Keutamaan Shalat Dhuha

Gunung Patuha terlihat indah
masih lestari tidak terjarah
Pastilah Dhuha berlimpah hikmah
hingga Allah turunkan surah.

(Hikmah Dhuha, 5 Mei 2011)

Waktu dhuha merupakan salah satu waktu yang juga diutamakan Allah SWT.  Dalam Al-Qur’an Allah bersumpah demi waktu dhuha:

Demi waktu matahari sepenggalahan naik (dhuha).  Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). (QS. Ad-Dhuha: 1-2).

“Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Tirmidzi).

“Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk-Ku empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

“Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga.” (HR. Tarmidzi dan Abu Majah).

Shalat dhuha melapangkan rezeki dan memantapkan langkah kita dalam menjalani aktivitas sepanjang hari.

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” (HR. Tarmidzi dan Ibnu Majah).

Abu hurairah berkata, “Kekasihku (maksudnya, Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga hal, dan aku tidak akan meninggalkannya sehingga aku mati; berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan  Muslim).

Sumber: Tweet #hikmah @alifmagz dan alifmagz.com

%d bloggers like this: