Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for July 5, 2011

Mengungsikan Bini

Minggu ini temanya pekan dadakan. Gimana tidak, baru saja seminggu istri saya boyong ke Jatitujuh, sudah saya ungsikan lagi ke Bojonggede-Bogor.
Kerasa cape memang, karena saya masih kurang fit akibat batuk dan sempat drop pada hari Rabu dan Jumat, apalagi istri dalam kondisi hamil. Apalagi alam sebelumnya, kami paksakan berangkat ke Cirebon untuk check kandungan sampe larut malam saat pulang.

Pagi-pagi jam setengah enam kami sudah berangkat untuk mengejar jadwal keberangkatan kereta api Cirebon Ekspress (Cireks) 06:48. Dan ketika hendak membeli tiket, semua sudah terjual habis, yang tersedia hanya tiket tanpa tempat duduk. Selain itu harga tiket naik, dari biasa Rp 55.000 menjadi Rp 70.000, hal ini dikarenakan bertepatan dengan pekan liburan sekolah. Karena sudah terlanjur, jadinya kami terpaksa membeli. Dan bukan hanya sampai disitu kekecewaan saya, Cireks terlambat, baru tiba dan berangkat 07.15 pagi.
Bukan main penuhnya ini kereta, kursi sudah pasti terisi, apalagi gerbong restorasi, setiap sambungan orang berjongkok, ngampar dan masih banyak yang berdiri. Di stasiun Kandanghaur masih saja berhenti dan menaikkan penumpang. Gila! Saya sih masih kuat walau pun pasti ada batasnya, tapi istri sedang hamil, apa tega ikut berdesakan? Alhamdulillah ada orang baik yang mau mempersilahkan tempat duduknya untuk istri saya. Saya ngampar dengan beralaskan bantal busa sewaan, lumayan bisa duduk :p dan menikmati goyangan bersama yang lain.

Sampai st. Gambir jam 09.45an dan langsung membeli tiket KRL jurusan Bogor. Saya berharap bisa langsung berangkat, karena mendengar berita bahawa Commuter Line yang baru saja diuji coba dan resmi dioperasikan tanggal 2 Juli lalu rentang waktu/interval antar keberangkatan adalah 5-10 menit. Lakadalah, tak dinyana! Kami baru berangkat jam 11.06. Sebetulnya beberapa KRL ekonomi sudah sering lewat namun tidak pernah berhenti di st. ini. Alhasil kami baru nyampe rumah jam 12.30 dengan rasa lelah, pegal dan ngantuk. Ya, jangan ditanya, langsung tidur! :p

Sorenya, sesuai rencana saya diantar istri berangkat ke dokter H. langganan keluarga -yang konon manjur- di sebuah klinik di Bojonggede. Setelah daftar, antri dan menunggu 1 setengah jam, dapat juga giliran. Diperiksa, konsultasi, diagnosi, dan therapi dengan 3 obat. Kata dokter H. apabila belum sembuh juga saya harus rontgen, kemungkinan bronkhitis. Naudzubillah, Ya Alloh jauhkan saya dari penyakit dan sembuhkan. Amin

Setelah menyelesaikan beberapa administrasi kami hendak pulang, namun tiba-tiba hujan, padahal tidak bawa payung dan jaket, ya terpaksa berteduh sampai aga reda.

Begitulah cerita ngalor ngidulnya. Intinya saya ungsikan dulu istri di rumah mertua berhubung saya dipindahtugaskan ke Subang. Sampai rumah siap huni. Semoga masa transisi ini tidak terlalu lama dan kami dapat melaluinya dengan mudah. Amin

%d bloggers like this: