Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Puisi

Setangkup Roti Hanya Tergenggam

Setangkup roti hanya tergenggam tangan
Tatkala panggilan berkumandang
Sebagai tanda fajar terkembang
Hanya seteguk sempat lewati rahang
Harus kuat hadapi siang
Kemenangan bila menyentuh petang

RD12A, 20121108, 04:16

Posted from WordPress for Android

Terjaga dari lelap

Mata terkejap
Terjaga dari lelap
sebagai pengingat
Akan satu yang terlewat

Tunai sujud yang tertunda
Kepada sang pemilik cahaya
Beri tenang di dada hamba
Akan harap asa dimula

Untuk ingatkan berderet dosa
Menggunung tampak sengaja
Lumuri hitam si isi dada
Istighfar, luruh semoga

Bulan Lewat Purnama

Angin malam sibak tirai jendela
Sejenak mata ikut terpana
Akan bulan penuh pesona
Teriris karena lewat purnama
Namun wakili sang surya lewat pantulan cahaya
wakili rindu akan dinda dan ananda
Sesaki ruang, peluk di dada.

*) Stamploor, 5/8/2012. 03:48

Sepi

Kala senja benamkan mentari
Rumah tua hanya aku  yang mengisi
Sepi
Sepi
Sepi
Kadang kereta api lewat sesekali
Sisanya gemerisik dari tipi,
Sunyi
Lampu neon  seringnya mati
Ke dapurpun kadang tak  berani
Apa nasibnya Kamis malam nanti?
Ditemani neng Jinni?
Kalau neng kunti beraksi,
Aku tak punya nyali…

Ibu, Kasih Dan Cintamu Tak Pernah Jeda

Sepanjang masa tak bedakan usia
dimanapun kau berada
kasih dan cinta tak pernah jeda.
Siang malam tak putus do’a tuk ananda.
Ibu,
apapun peranmu
darimu generasi tercipta.
Ibu-ku,
ibu-mu,
ibu-nya,
Untuk semua ibu, i love you.

%d bloggers like this: