Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Ayat Quran

Keutamaan Shalat Dhuha

Gunung Patuha terlihat indah
masih lestari tidak terjarah
Pastilah Dhuha berlimpah hikmah
hingga Allah turunkan surah.

(Hikmah Dhuha, 5 Mei 2011)

Waktu dhuha merupakan salah satu waktu yang juga diutamakan Allah SWT.  Dalam Al-Qur’an Allah bersumpah demi waktu dhuha:

Demi waktu matahari sepenggalahan naik (dhuha).  Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). (QS. Ad-Dhuha: 1-2).

“Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Tirmidzi).

“Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk-Ku empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

“Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga.” (HR. Tarmidzi dan Abu Majah).

Shalat dhuha melapangkan rezeki dan memantapkan langkah kita dalam menjalani aktivitas sepanjang hari.

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” (HR. Tarmidzi dan Ibnu Majah).

Abu hurairah berkata, “Kekasihku (maksudnya, Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga hal, dan aku tidak akan meninggalkannya sehingga aku mati; berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan  Muslim).

Sumber: Tweet #hikmah @alifmagz dan alifmagz.com

Advertisements

Hikmah: Sedekah

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?”  Rasulullah saw. bersabda, “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris).” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari Adi bin Hatim RA, ia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Barang siapa diantara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separuh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah).“ (HR. Muslim)

Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya? ”Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak juga mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274).

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

“Sedekah tidak mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan ampunan, melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bertawadhu karena Allah, melainkan Dia meninggikan derajatnya“ (HR.Muslim).

“Memberi sedekah, menganjurkan kebaikan, berbakti kepada orang tua, dan silaturrahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan , menambah berkah umur, dan menolak kejahatan.“ (HR.Abu Na’im).

“Sedekah akan menutup tujuh puluh pintu keburukan.“ (HR.Thabrani).

“Sedekah itu dapat meredam murka Allah dan menolak kematian yang buruk.” (HR.Tirmizi).

“Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang senantiasa mendoakannya.“ (HR.Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi).

Begitu banyak kebaikan yang dihasilkan dari bersedekah.  Tentunya kita tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukannya karena menunda-nunda.  Syukuri apa yang kita miliki saat ini dengan menyisihkan sebagian, untuk bersedekah dan berbuat baik.  Niscaya hidup kita akan dipenuhi keberkahan, kelapangan, serta kebahagiaan, dan kebaikan itu akan kembali pada kita berkali-kali lipat.

**) Sumber: kultwit #hikmah @alifmagz dan http://www.alifmagz.com/

%d bloggers like this: