Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Bogor

Usaha dan Keberuntungan

Simpan sepatu di dalam peti
Berkulit halus harganya tinggi.
Hari Sabtu mengambil cuti
Pergi ngampus terobos pagi.

Renyah peyek bertabur teri
Ambil abon jumput sejari.
Harus ngojek nganterin istri
Testing calon pegawai negeri.

Kain disulam bermotif ikan
Motif digambar bisa dadakan.
Mamah di dalam serius kerjakan
Ayah di luar berdoa panjatkan.

Mari bid’ah kita tinggalkan
Rasul Allah telah contohkan.
Usaha sudah dimaksimalkan
Takdir Allah yang menentukan.

Ke Cileungsi lewat Babakan
Lebak Bulus tanpa tanjakan.
Transparansi kita harapkan
Bukan lulus karena sogokan.

*) Tangga Gdg PAU dpn RK PAU 02.1 (Seafast Center). Kampus IPB Darmaga. 09:08
**) Test CPNS Kab Bogor.

Advertisements

Sebotol Sirup Untuk Ramadhan

Banyak cara yang dilakukan kaum muslim dalam menyambut bulan suci ramadhan. Setiap tempat, beda budaya –  beda kebiasaan. Seperti di wewengkon Cianjur terkenal dengan istilah papajar, lain lagi dengan di Bogor dikenal dengan istilah cucurak. Kegiatan ini adalah bentuk suka cita dan perayaan menyambut tamu agang. Bentuknya kegiatannya berupa makan-makan bersama keluarga. Katanya sih mumpung belum puasa, jadi dipuas-puasin makan di siang hari :p

Tidak hanya sebelum Ramadhan, urusan makanan pada bulan puasa ini akan menjadi hal penting, seolah-olah hanya pindah waktu makan saja konsumsi pangan justru akan lebih meningkat. Berbagai menu makanan akan lebih banyak dan beragam.

Kebalikan dengan twit-nya Dedi Mulyono (@banna78244):

Sepertinya saya pun demikian. Belum apa-apa, sudah mengurus makanan. Hari ini sudah beli sebotol sirup rasa mocca. Banyak yang nanya ‘untuk buka Pa?’ ya saya jawab aja ‘Bukan, untuk diminum sekarang aja. Mumpung masih bisa  minum sirup siang-siang’ hehehe

Tapi belum juga sampe rumah, sirupnya sudah tinggal setengah, dibongkar di kantor ;p

Rutinitas Minggu Malam

Dari kertas baju bersulam
kena dibor jadi berlubang.
Rutinitas Minggu malam
dari Bogor berangkat ke Subang.

Segera Meluncur

Sabtu siang merupakan waktu yang ditunggu-tunggu buat saya. Karena rutinitas pulang ke Bojonggede-Bogor untuk menengok istri dan calon baby.

Setelah pekerjaan selesai dan mengkondisikan untuk besok harinya, bersih-bersih, packing-packing, pamitan lalu meluncur. Biasanya acara pulang ini menjadi ulang bersama, karena pesertanya 3-4 orang yakni saya sendiri, Mas Nandang, Bayu kadang kala Purwanto (Ipunk), naek mobilnya Mas Nandang. Namun minggu ini sepertinya naek bis, karena tumpangannya ga ada :p

  • Kaki keram maen catur,
  • kudu dipijit kaki selonjor.
  • Setengah jam lagi meluncur,
  • rutin Sabtu pulang ke Bogor

Nyuci Keris

Bakar sepatu di atas kompor,
nini-nini ubannya berbaris-baris.
Cepetlah Sabtu, pulang ke Bogor,
nengokin bini, sekalian nyuci keris.

Kendurian Ponco & Isnaini Salia

Masak sagu di atas kompor
pakai kuah alasnya wajan
Malam Minggu libur di Bogor
di rumah saja tertahan hujan

Parit di sawah penuh gurame
batas tanggul ditanam mangga
Walau di rumah tetap rame
datang kumpul semua keluarga

Pakai ragi tape ketan
daun jambu jadi bungkusan
Besok pagi kendurian
nikah sepupu tetanggaan

 

Bojonggede, 4 Juni 2011. 21:38.
Selamat untuk Ponco K & Isnaini Salia. Semoga terbina samara dan berkah. Amin

 

%d bloggers like this: