Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Bojong

Segera Meluncur

Sabtu siang merupakan waktu yang ditunggu-tunggu buat saya. Karena rutinitas pulang ke Bojonggede-Bogor untuk menengok istri dan calon baby.

Setelah pekerjaan selesai dan mengkondisikan untuk besok harinya, bersih-bersih, packing-packing, pamitan lalu meluncur. Biasanya acara pulang ini menjadi ulang bersama, karena pesertanya 3-4 orang yakni saya sendiri, Mas Nandang, Bayu kadang kala Purwanto (Ipunk), naek mobilnya Mas Nandang. Namun minggu ini sepertinya naek bis, karena tumpangannya ga ada :p

  • Kaki keram maen catur,
  • kudu dipijit kaki selonjor.
  • Setengah jam lagi meluncur,
  • rutin Sabtu pulang ke Bogor
Advertisements

Temporary: Say No To Ice!

Berhubung batuk masih saja bercokol dan belum hengkang dari tenggorokan ini. Senin kemarin (4 Juli 2011) diantar istri saya kontrol ke dokter –yang konon menurut keluraga istri sangat manjur dan tokcer- di salah satu klinik di Bojoggede-Bogor, namanya dr H. Setelah diperiksa dan konsultasi, saya dianjurkan untuk istirahat yang cukup, jangan tidur terlalu malam, dan sementara waktu jauhkan dari yang namanya es.

Lanjut beliau, apabila masih belum sembuh juga maka saya harus melakukan photo rontgent, untuk mengetahui apakah terindikasi penyakit bronchitis. Naudzubillah, yaa Alloh jauhkan saya dari segala penyakit dan sembuhkan. Amin

Semoga saja cepat sembuh, karena batuk itu cape! Sekian.

Mengungsikan Bini

Minggu ini temanya pekan dadakan. Gimana tidak, baru saja seminggu istri saya boyong ke Jatitujuh, sudah saya ungsikan lagi ke Bojonggede-Bogor.
Kerasa cape memang, karena saya masih kurang fit akibat batuk dan sempat drop pada hari Rabu dan Jumat, apalagi istri dalam kondisi hamil. Apalagi alam sebelumnya, kami paksakan berangkat ke Cirebon untuk check kandungan sampe larut malam saat pulang.

Pagi-pagi jam setengah enam kami sudah berangkat untuk mengejar jadwal keberangkatan kereta api Cirebon Ekspress (Cireks) 06:48. Dan ketika hendak membeli tiket, semua sudah terjual habis, yang tersedia hanya tiket tanpa tempat duduk. Selain itu harga tiket naik, dari biasa Rp 55.000 menjadi Rp 70.000, hal ini dikarenakan bertepatan dengan pekan liburan sekolah. Karena sudah terlanjur, jadinya kami terpaksa membeli. Dan bukan hanya sampai disitu kekecewaan saya, Cireks terlambat, baru tiba dan berangkat 07.15 pagi.
Bukan main penuhnya ini kereta, kursi sudah pasti terisi, apalagi gerbong restorasi, setiap sambungan orang berjongkok, ngampar dan masih banyak yang berdiri. Di stasiun Kandanghaur masih saja berhenti dan menaikkan penumpang. Gila! Saya sih masih kuat walau pun pasti ada batasnya, tapi istri sedang hamil, apa tega ikut berdesakan? Alhamdulillah ada orang baik yang mau mempersilahkan tempat duduknya untuk istri saya. Saya ngampar dengan beralaskan bantal busa sewaan, lumayan bisa duduk :p dan menikmati goyangan bersama yang lain.

Sampai st. Gambir jam 09.45an dan langsung membeli tiket KRL jurusan Bogor. Saya berharap bisa langsung berangkat, karena mendengar berita bahawa Commuter Line yang baru saja diuji coba dan resmi dioperasikan tanggal 2 Juli lalu rentang waktu/interval antar keberangkatan adalah 5-10 menit. Lakadalah, tak dinyana! Kami baru berangkat jam 11.06. Sebetulnya beberapa KRL ekonomi sudah sering lewat namun tidak pernah berhenti di st. ini. Alhasil kami baru nyampe rumah jam 12.30 dengan rasa lelah, pegal dan ngantuk. Ya, jangan ditanya, langsung tidur! :p

Sorenya, sesuai rencana saya diantar istri berangkat ke dokter H. langganan keluarga -yang konon manjur- di sebuah klinik di Bojonggede. Setelah daftar, antri dan menunggu 1 setengah jam, dapat juga giliran. Diperiksa, konsultasi, diagnosi, dan therapi dengan 3 obat. Kata dokter H. apabila belum sembuh juga saya harus rontgen, kemungkinan bronkhitis. Naudzubillah, Ya Alloh jauhkan saya dari penyakit dan sembuhkan. Amin

Setelah menyelesaikan beberapa administrasi kami hendak pulang, namun tiba-tiba hujan, padahal tidak bawa payung dan jaket, ya terpaksa berteduh sampai aga reda.

Begitulah cerita ngalor ngidulnya. Intinya saya ungsikan dulu istri di rumah mertua berhubung saya dipindahtugaskan ke Subang. Sampai rumah siap huni. Semoga masa transisi ini tidak terlalu lama dan kami dapat melaluinya dengan mudah. Amin

Ini Jumat Inginnya Sabtu

Bawaan berat isinya batu
Kalau kosong berarti semu
Ini Jumat inginnya Sabtu
Pulang Bojong ketemu kamu

Nyaman sofa di ruang tamu
Isi bantal kapuk randu
Seminggu baru tidak ketemu
Hati hampa selalu rindu

Hewan langka habis diburu
Senajata panah juga palu
SMS cerita telpon seru
Janin aktif nendang mulu

Masuk kota jadi tamu
Sambut meriah pagar ayu
Sabar cinta esok ketemu
Dari jauh kirim aylopyu 🙂

*) R&D | Jumat, 10 Juni 2011 | 10:43 wib

Balada Di Atas Kereta

Oles mikorek kulitnya gosong,
biar halus olesi sabun.
Di atas cireks, tinggalkan Bojong,
liburnya usai, balik ke kebun.

Pacuan kuda kencang berlari,
joki jagoan jadi pemenang.
Pergi berdua pulang sendiri,
seminggu ke depan bakal membujang.

Jangan lah suka berkeluh kesah,
pejuang dulu berkorban darah.
Belum lah lama kita berpisah,
kangen dan sepi menyapa sudah.

Sate lah gurih tusuknya lidi,
satu dibuang jarang yang beli.
Jangan lah sedih menjadi-jadi,
Sabtu depan akang kembali.

I miss you, Evrina & baby mini 🙂

*) Di atas Cireks, antara St Jatinegara – St Jatibarang | 5 Mei 2011 | 21:24 wib.

Kendurian Ponco & Isnaini Salia

Masak sagu di atas kompor
pakai kuah alasnya wajan
Malam Minggu libur di Bogor
di rumah saja tertahan hujan

Parit di sawah penuh gurame
batas tanggul ditanam mangga
Walau di rumah tetap rame
datang kumpul semua keluarga

Pakai ragi tape ketan
daun jambu jadi bungkusan
Besok pagi kendurian
nikah sepupu tetanggaan

 

Bojonggede, 4 Juni 2011. 21:38.
Selamat untuk Ponco K & Isnaini Salia. Semoga terbina samara dan berkah. Amin

 

%d bloggers like this: