Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Buku

Kultwit: Hikmah #Shalat dan Dalil-Dalilnya

Salim A Fillah adalah seorang penulis muda yang mengangkat nilai-nilai religius namus dibawakan dengan bahasa yang luwes. Beberapa bukunya best seller seperti; Agar Bidadari Cemburu Padamu, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Jalan Cinta Para PejuangGue Never Die, Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta, dan yang terakhir beliau rilis Dalam Dekapan Ukhuwah.

Setelah mem-follow (mengikuti) dan menyimak time line beliau (@salimafillah), ternyata twit-twitnya sangat menarik untuk direnungi. Ini adalah kultwit (rangkaian twit) dari Salim A Fillah  tentang hikmah Shalat serta dalil-dalilnya, semoga bermanfaat:

1. Shalat adalah tanda keberuntungan <Al Falah>. Sungguh beruntung orang beriman, yakni mereka yang khusyu’ dalam #shalat-nya (QS 23: 1-2)

2. #Shalat yang dipelihara adalah amalan pewaris surga Firdaus, yang mereka akan kekal di dalamnya. (QS 23: 9-11)

3. #Shalat yang ditegakkan menjaga ahlinya dari berbuat keji <terkait syahwat & rahasia> & munkar <terkait hak umum & terbuka> (QS 29: 45)

4. Ahli #Shalat diperhatikan Allah sepenuhnya, tiap detail gerak-geriknya; berdiri maupun beralihnya di antara orang sujud. (QS 26: 218-219)

5. Ahli #Shalat disahut & dijawabi Allah dalam doa & bacaan Al Fatihahnya; “HambaKu memujiKu. HambaKu mengagungkanKu, dst.” (HR Al Bukhari)

6. #Shalat itu menenteramkan hati. “Dirikanlah shalat untuk mendzikirKu!” (QS 20: 14) -> “Dengan dzikruLlah hati jadi tenteram.” (QS 13: 28)

7. #Shalat menghapuskan dosa-dosa. “Shalat yang lima, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan menghapus dosa di antara mereka..” (HR Muslim)

8. #Shalat sucikan jiwa seperti “Orang yang rumahnya dekat sungai, dia mandi 5 kali sehari. Adakah kotoran tersisa?” (HR Muslim & Ibn Majah)

9. #Shalat adalah istirahat bagi jiwa-jiwa yang dilelahkan oleh da’wah, jihad, & segala kebaikan. “Ya Bilal, arihna bish shalaah..”

10. #Shalat adalah bagian pemenuhan janji menjadi hamba Allah, maka sebagaimana tiap janji; ia berwaktu & berbatas. (QS 4: 103)

11. #Shalat adalah hal pertama yang paling utama nan dipersembahkan pada Allah oleh hamba yang taat. “Inna shalati wa nusuki..” (QS 6: 162)

12. #Shalat itu ‘mashdarul mushaffaat’; sumber segala kesucian, lahir-batin, ruh-akal-jasad, badan-pakaian-tempat, dari hadats & najis.

13. #Shalat itu Mahalul Munajah; tempat memuja & meminta. Maka “tak pantas diucap di dalamnya selain tasbih, tahmid, istighfar.” (HR Malik)

14. #Shalat itu Waqtul Mustajabah; doa paling didengar. Maka dalam bacaan shalat, kita bermesra dengan hal penting, tak sempat minta dunia.

15. Yang ber-mi’raj langsung menghadap Allah memang hanya Nabi, tapi “#Shalat adalah mi’raj-nya orang beriman.” (HR Al Bukhari)

16. #Shalat itu ibadah nan diwajibkan bagi mukallaf tak peduli mampu atau tidak, sehat atau sakit, bepergian atau mukim, bahkan ketika mati.

17. #Shalat itu pembatas antara keimanan & kekufuran. “Antara mukmin & kafir <batasnya> meninggalkan shalat <dengan sengaja>” (HR Ahmad)

18. #Shalat itu perkara pertama yang diperhitungkan di hari kiamat & dijadikan tolok ukur baik-tidaknya keseluruhan ‘amal. (HR Abu Dawud)

19. #Shalat itu tiang agama, sesiapa mendirikannya, dia telah menegakkan agama. Sesiapa meninggalkannya, merubuhkan agama. (HR Al Baihaqi)

20. Dalam #shalat terdapat keadaan seorang hamba paling dekat pada Rabbnya, yakni di kala sujud. Maka perbanyaklah doa bermesra. (HR Muslim)

21. #Shalat adalah tempat paling utama mengamalkan IHSAN: menyembah Allah seakan melihatNya. Jika tak bisa; yakin bahwa Allah melihat kita.

22. #Shalat didahului wudhu’, jadilah ia cahaya kemilau seorang mukmin kelak di hari kiamat, maka sempurnakanlah wudhu’. (Muttafaq ‘Alaih)

Begitu sekelumit tentang #Shalat, marilah sudi ‘amalkan & tebarluaskan jika manfaat. Semoga Allah kuatkan kita jaga shalat;)

Misaya Mina, Eretan

Setelah lbh dr 13 thn, gw br percaya bhw buku cerita yg dl waktu sklh d MI bdsrkan t4 yg nyata. Ceritanya ttg anak nelayan yg hdp d lingkgn pantai tp penakut ma yg nmnya ombak apalagi laut, tp krn sll diejek ma tmn2nya dia nekat melaut sndri pk perahu kayu kecil blayar kain, awalnya satu dua dayung dia bangga sekali ini tdk muntah, namun stlh bbrp mil ga tau plg, dia terombang-ambing dtngh laut, bermil2 dr pantai, sempat mkn ikan mentah & gabus plampung, minum air asin, yg dlht hanya awan, laut dan laut, sesekali elang/camar yg meliuk2 di atas tiang layar yg patah dhantam badai. Beberapa hr dtengah laut, pnuh kepasrahan & kputusasaan, sementara ibunya dgubuk reot dan pnduduk pantai eretan khwtr.
Mnta tlg ma siapa? Suara sdh hbs, prahu terbelah, hanya mengapung pd sisa2 kayu prahu, akhirnya tlihat ti2k kcl yg smkn bsr, kapal penolong dtg! Sgra dievakuasi, kapten mhubungi plabuhan & syahbandar tdekat. Hari berikutnya, tlihat daratan & ddermaga tlah dsambut dg pnuh haru olh ibu, pnduduk & tmn2 yg srg mngejek. Dielu-elukan bak phlwn yg tlah mnaklukkan lautan.
Tadi wktu plg dr Subang, gw lwt jembatan yg dbwhnya pnuh dg prahu2 nelayan, dsitu jg da gerbang mnuju dermaga Eretan dan pusat pelelangan ikan (TPI) KUD Misaya Mina, percis spt cerita d buku itu. Gw dejavu!

Hilang halaman

Tanggal 29 Juni 2008 lalu gw bli novel A Thausand Splendid Suns karya Khosim Huseini, terbitan Qanita (Mizan) di Gramed Grage Mall Cirebon. Saking ngebetnya, coz dah lama ga bli novel yang aga tebel, gw cuma baca sinopsis tu novel (ga bisa baca dalemnya-secara disegel plastik wraft), gw langsung aja bayar.Halaman demi halaman gw baca, ampe tadi malam pulang lembur dari kantor (jam 1), sebelum tidur gw sempetin baca. Lakadalah…. lagi asik-asiknya baca, tiba-tiba selera gw langsung drop karena halaman yang akan gw baca ilang (ga ada sama sekali!). Halaman terakhir yang terbaca adalah 256 ujug-ujug loncat ke hal 273.Wah kecewa berat deh, soale secara lagi asyik-asyiknya, dirampas tiba-tiba gitu!Gimana ni? Masa sekaliber Gramed, Qanita, and Mizan bisa kecolongan!Ampe catetan ni diposting gw blm sentuh lagi kelanjutan tu novel.Oh Laila, kemana penggalan ceritamu?Usaha, gw dah ada. Gw coba kirim e-mail ke Qanita, tp ampe skrg blm ada jawaban sama sekali. Minggu (20/7), gw juga nyoba hub Gramed dmn novel tu dbeli, and lumayan da respon : Gramed mo gnti sebagai buku cacat asal ada cap Gramed & barcode.

%d bloggers like this: