Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Cirebon Ekspress

Liburan Sekolah dan Susahnya Tiket Cireks

Saat membeli tiket kereta api Cirebon Ekspress (Cireks) dua minggu lalu, sempat kaget karena harga tiket naik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ternyata pihak KAI memberlakukan harga batas atas dikarenakan sedang ada lonjakan penumpang libur sekolah.
Tiket Cireks kelas bisnis pada hari biasa Rp 60.000 dan Rp 70.000 pada hari Sabtu-Minggu, menjadi Rp 75.000. Sedangkan untuk kelas eksekutif hari biasa Rp 80.000 dan 90.000 pada hari Sabtu-Minggu menjadi Rp 105.000.
Selain harga tiket mengacu tarif batas atas, kelangkaan juga menghantui para calon penumpang. Sejam sebelum keberangkatan bahkan untuk keberangkatan Sabtu-Minggu sudah ludes terjual H-7.
Kemarin sempat khawatir juga, saat membeli di gerai Ind*m*rt tiket sudah ludes, namun malamnya saya hunting lagi ke gerai Alf*m*rt dan alhamdulillah saya masih kebagian walaupun harus nambah bea pesan Rp 6.000 (daripada hasrat pulang tidak tersalurkan :p).
Untuk penukaran tiket pesanan d gerai-gerai minimart, bukti pembayaran ditukar di loket resmi paling lambat pada hari H 1 jam sebelum keberangkatan.
Siasatnya lain kali harus pesan tiket jauh-jauh hari. Apalagi sebentar lagi musim mudik.
Oiya, sebentar lagi Cireks 15:15 berangkat dari St. Kejaksan Cirebon, muga tepat waktu 18:12 ga telat.

Teh hangat saji di cangkir,
Teman setia saat petang.
Jang Alfi jangan khawatir,
Ini Ayah tetep pulang.

Advertisements

Rindu Untuk Pulang

Lebah madu bukannya kumbang,
ulat api penuhi sarang.
Ayah rindu makanya pulang.
jumpa Alfi mama tersayang.

*) Cireks 15:38

Amazing! : Tendangan & Rubik’s Cube

Hari Minggu kemarin merupakan suatu keajaiban tersendiri buat saya.

Pertama, merasakan tendangan/gerakan dari anak saya yang ada di rahim istri tercinta. Untuk pertama kalinya!

Rasanya gimanaaaa gitu. Pokoknya seperti keajaiban! Apalagi sudah 3 minggu ini kami berbeda jarak geografi, hehe :). Istri di Bojonggede, Bogor dan saya di Jatitujuh, Majalengka. Perkembangan kehamilan tidak dapat dipantau secara langsung, hanya bisa lewat telepon, SMS, YM!, atau video streaming via skype. Sudah lama memang gerakan itu muncul, namun hanya istri saya yang sering merasakannya.

Kedua, mengenal dan belajar singkat menyelesaikan Rubik’s Cube. Walo cuma belajar sekilas dibawah pengawawan istri, alhamdulillah saya sudah bisa menyelesaikan sampai 2 layer.

Oiya, penyelesaikan rubik samapi 2 layer untuk pertama kali terjadi di stasiun Gambir sambil menunggu kereta api Cirebon Ekspress/Cireks.

Sebelumnya, seperti janji 2 minggu lalu saya menjemput istri untuk kembali ke kebun tebu. Namun karena saat bersamaan minggu-minggu ini merupakan waktu liburan sekolah jadi perjalanan kereta api sangat padat, hampir ke semua jurusan tiket ludes habis terjual. Padahal sehari sebelumnya, Sabtu saya sudah antri pesan tiket, namun tetap kehabisan tiket untuk keberangkatan hari Minggu. Jam 16.00 kami nekad berangkat ke Gambir siapa tau masih dapat tiket walau non-seat/tanpa tempat duduk, tiba jam 17.30 namun tetap tiket keberangkatan 18.30 habis. Sehingga hanya tersedia Cireks tambahan 20.30 dari Gambir. Kami harus menunggu 3 jam plus 1 jam akibat keterlambatan, kereta baru berangkat 21.35 dan sampai st. Jatibarang 00.12 hari Senin.

Gerbong Kosong Kereta Malam

Gerbong Kosong Kereta Malam

Membelah malam
usik ketenangan pinggiran
arak-arakan melaju ke timur
gerbong kosong
di dalamnya aku.

Tinggalkan kamu
dan jua zuriatku
hanya untuk dua minggu
hanya dua minggu

walo dipisah laju
ada aku dihatimu
jua daging dirahimmu

Kereta malam
belah kegelapan
aku kamu pisahkan

Dua minggu, pada senja Sabtu
Dalam kereta ini aku, kembali padamu

*) Cireks, 12 Juni 2011, 22:11 wib

Senja Di Atas Kereta

Senja di kereta

Laju kereta membelah hamparan sawah,
kadang rumah-rumah,
jalan terputus sejenak.
Gemuruh roda dan batangan besi,
resonansi dada akan rindu,
di Bogor telah dinanti kamu.

Pohon-pohon berlari, bahkan tiang besi,
menjauh silih berganti,
relativitas terjadi pada kursi,
belum berhenti
imajinasi lamunan lewat jendela kaca.

Senja di atas kereta
Laju ke barat mengejar mega di horizon jingga,
tak berhenti seakan mengerti
rindu kamu di hati.

*) Cireks, antara St Jatibarang ~ St Gambir, 11 Juni 2011, 17:34 wib

Balada Di Atas Kereta

Oles mikorek kulitnya gosong,
biar halus olesi sabun.
Di atas cireks, tinggalkan Bojong,
liburnya usai, balik ke kebun.

Pacuan kuda kencang berlari,
joki jagoan jadi pemenang.
Pergi berdua pulang sendiri,
seminggu ke depan bakal membujang.

Jangan lah suka berkeluh kesah,
pejuang dulu berkorban darah.
Belum lah lama kita berpisah,
kangen dan sepi menyapa sudah.

Sate lah gurih tusuknya lidi,
satu dibuang jarang yang beli.
Jangan lah sedih menjadi-jadi,
Sabtu depan akang kembali.

I miss you, Evrina & baby mini ­čÖé

*) Di atas Cireks, antara St Jatinegara – St Jatibarang | 5 Mei 2011 | 21:24 wib.

%d bloggers like this: