Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for cireks

Cerita Sabtu: Kondangan dan Rail Card

06:50
Bu Niken jualan bubur,
cabang satu di pasar Koja.
Met wiken buat yang libur,
Gw Sabtu masih kerja.

Toko grosir obral potongan,
Harga miring dapet kortingan.
Siang nanti ada kondangan,
Bimo-Ajeng naik pelaminan.
————-

14:35
Berhubung tempat resepsi kondangannya di Islamic Center, dan ke St Kejaksan dapat tumpangan maka jam 14:15 sudah ada di stasiun.
Tanpa antrian karena sudah pesen tiket dari minggu lalu. Apalagi saya sudah punya Rail Card. Kartu reservasi tiket mandiri yang dirilis salah satu bank plat merah.

image

#Ngabuburit: Pesan Tiket Kereta

Sore ini saya sengaja keluar setelah seharian “ulukutek” di rumah, sebenarnya ga cuma tidur aja sih, pagi sampai siang diisi dengan beberes rumah dan kuras kulkas biar lebih lega (karena memang kosong :p).

Keluar rumah kali ini sebut saja ngabuburit, biar ikut tren bulan Ramadhan hehehehe. Saya sengaja berangkat setelah ashar agar tidak terlalu panas, tapi di jalan malah silau, mataharinya masih segeeer. Saya langsung menuju Stasiun Kejaksan Cirebon, membeli tiket KA Cirebon Ekspress (Cireks) untuk keberangkatan tanggal 28 Juli 2012, Sabtu depan. Sengaja membeli sekarang agar nanti tidak ribet dan susah karena biasanya tiket Cireks suka habis di akhir pekan apalagi sekarang bulan puasa. Alhamdulillah dapat.

Setelah itu beli tiket lagi di Stasiun Prujakan untuk pulangnya. Kenapa membeli ekonomi? Alasannya agar waktu kumpul keluarga di Bogor lebih lama. KA Tawang Jaya berangkat dari Stasiun Pasar Senen jam 21:40 dan sampai St Prujakan jam 00:53 jadi dari Bojong saya bisa berangkat jam 20:00 hehehe lumayaaaan. Kalo Cireks terakhir berangkat dari St Gambir jam 20:10 (tambahan/fakultatif).

*) Sekarang katanya ekonomi juga dapat tempat duduk.

Oiya sebenar lagi adzan magrib. Selamat berbuka…

**) Grage Mall, 22 Juli 2012 | 17:48

———————

(lanjutan)

Tadi buka dengan kurma sengaja bekal dari rumah. Setelah maghriban langsung meluncur ke Jl. Tuparev, makan soto kambing langganan. Udah lama juga ga mampir kesini, walo tenda tapi ini salah satu favorit saya.


Setelah makan, ngabuburitnya dilanjut ke komplek Mesjid At-Taqwa. Kebetulan sedang ada event ‘Cirebon Ramadhan Book Fair 1433 H’ di Gedung Islamic Center. Dan akhirnya saya juga membeli 1 buah novel. Elegi Cinta Maria karya Waheeda El-Humayra.

image
image

Lanjut Isya-an dan tarawih di Mesjid At-Taqwa (diceritakan di posting berikutnya)….

Liburan Sekolah dan Susahnya Tiket Cireks

Saat membeli tiket kereta api Cirebon Ekspress (Cireks) dua minggu lalu, sempat kaget karena harga tiket naik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ternyata pihak KAI memberlakukan harga batas atas dikarenakan sedang ada lonjakan penumpang libur sekolah.
Tiket Cireks kelas bisnis pada hari biasa Rp 60.000 dan Rp 70.000 pada hari Sabtu-Minggu, menjadi Rp 75.000. Sedangkan untuk kelas eksekutif hari biasa Rp 80.000 dan 90.000 pada hari Sabtu-Minggu menjadi Rp 105.000.
Selain harga tiket mengacu tarif batas atas, kelangkaan juga menghantui para calon penumpang. Sejam sebelum keberangkatan bahkan untuk keberangkatan Sabtu-Minggu sudah ludes terjual H-7.
Kemarin sempat khawatir juga, saat membeli di gerai Ind*m*rt tiket sudah ludes, namun malamnya saya hunting lagi ke gerai Alf*m*rt dan alhamdulillah saya masih kebagian walaupun harus nambah bea pesan Rp 6.000 (daripada hasrat pulang tidak tersalurkan :p).
Untuk penukaran tiket pesanan d gerai-gerai minimart, bukti pembayaran ditukar di loket resmi paling lambat pada hari H 1 jam sebelum keberangkatan.
Siasatnya lain kali harus pesan tiket jauh-jauh hari. Apalagi sebentar lagi musim mudik.
Oiya, sebentar lagi Cireks 15:15 berangkat dari St. Kejaksan Cirebon, muga tepat waktu 18:12 ga telat.

Teh hangat saji di cangkir,
Teman setia saat petang.
Jang Alfi jangan khawatir,
Ini Ayah tetep pulang.

Rindu Untuk Pulang

Lebah madu bukannya kumbang,
ulat api penuhi sarang.
Ayah rindu makanya pulang.
jumpa Alfi mama tersayang.

*) Cireks 15:38

Amazing! : Tendangan & Rubik’s Cube

Hari Minggu kemarin merupakan suatu keajaiban tersendiri buat saya.

Pertama, merasakan tendangan/gerakan dari anak saya yang ada di rahim istri tercinta. Untuk pertama kalinya!

Rasanya gimanaaaa gitu. Pokoknya seperti keajaiban! Apalagi sudah 3 minggu ini kami berbeda jarak geografi, hehe :). Istri di Bojonggede, Bogor dan saya di Jatitujuh, Majalengka. Perkembangan kehamilan tidak dapat dipantau secara langsung, hanya bisa lewat telepon, SMS, YM!, atau video streaming via skype. Sudah lama memang gerakan itu muncul, namun hanya istri saya yang sering merasakannya.

Kedua, mengenal dan belajar singkat menyelesaikan Rubik’s Cube. Walo cuma belajar sekilas dibawah pengawawan istri, alhamdulillah saya sudah bisa menyelesaikan sampai 2 layer.

Oiya, penyelesaikan rubik samapi 2 layer untuk pertama kali terjadi di stasiun Gambir sambil menunggu kereta api Cirebon Ekspress/Cireks.

Sebelumnya, seperti janji 2 minggu lalu saya menjemput istri untuk kembali ke kebun tebu. Namun karena saat bersamaan minggu-minggu ini merupakan waktu liburan sekolah jadi perjalanan kereta api sangat padat, hampir ke semua jurusan tiket ludes habis terjual. Padahal sehari sebelumnya, Sabtu saya sudah antri pesan tiket, namun tetap kehabisan tiket untuk keberangkatan hari Minggu. Jam 16.00 kami nekad berangkat ke Gambir siapa tau masih dapat tiket walau non-seat/tanpa tempat duduk, tiba jam 17.30 namun tetap tiket keberangkatan 18.30 habis. Sehingga hanya tersedia Cireks tambahan 20.30 dari Gambir. Kami harus menunggu 3 jam plus 1 jam akibat keterlambatan, kereta baru berangkat 21.35 dan sampai st. Jatibarang 00.12 hari Senin.

Gerbong Kosong Kereta Malam

Gerbong Kosong Kereta Malam

Membelah malam
usik ketenangan pinggiran
arak-arakan melaju ke timur
gerbong kosong
di dalamnya aku.

Tinggalkan kamu
dan jua zuriatku
hanya untuk dua minggu
hanya dua minggu

walo dipisah laju
ada aku dihatimu
jua daging dirahimmu

Kereta malam
belah kegelapan
aku kamu pisahkan

Dua minggu, pada senja Sabtu
Dalam kereta ini aku, kembali padamu

*) Cireks, 12 Juni 2011, 22:11 wib

Senja Di Atas Kereta

Senja di kereta

Laju kereta membelah hamparan sawah,
kadang rumah-rumah,
jalan terputus sejenak.
Gemuruh roda dan batangan besi,
resonansi dada akan rindu,
di Bogor telah dinanti kamu.

Pohon-pohon berlari, bahkan tiang besi,
menjauh silih berganti,
relativitas terjadi pada kursi,
belum berhenti
imajinasi lamunan lewat jendela kaca.

Senja di atas kereta
Laju ke barat mengejar mega di horizon jingga,
tak berhenti seakan mengerti
rindu kamu di hati.

*) Cireks, antara St Jatibarang ~ St Gambir, 11 Juni 2011, 17:34 wib

%d bloggers like this: