Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Evrina Budiastuti

Buah Usaha, Doa dan Keberuntungan Mama Alfi

Beli buah dijual kulakan,
label dan pita tempel rekatkan.
Alhamdulillah syukur panjatkan,
dapat berita membahagiakan.

Uang goceng kertas lembaran,
belikan kopi lima bungkusan.
Si cuneng lulus ada di koran,
tinggal lengkapi pemberkasan.

Pameran louhan ajang bergengsi,
siapa berani adu kompetisi.
Tetep jauhan itu konsekuensi,
asal jalani jalin komunikasi

*) Lulus test CPNS Kab Bogor (Penyuluh Pertanian)
**) Pengumuman di Harian Radar Bogor versi cetak tgl 20 September 2012

Advertisements

Setelah 3 Minggu Ga Pulang

Setealah tiga minggu saya tidak pulang, walaupun jarak mendekat (Subang) dan minggu lalu dijadwalkan pulang tapi terganjal acara kantor. Dan akhirnya malam kemarin saya pulang juga ikut rekan se-kantor yang kebetulan orang Bogor juga, Mas Nandang Munandar, dengan mobil Nissan March barunya. Bersama Bayu Adhinugraha dan Albertus Purwanto (Ipunk) yang sesama penumpang tetap grup pulang arah Jakarta dari Subang.

Yang menunggu sekarang bukan hanya istri tercinta namun calon bayi kami yang masih di kandungan Evrina, tiap hari pasti nendang-nendang dan lebih sering frekuensinya. Umur kehamilan sekarang 28 minggu.

Alhamdulillah Minggu pagi ini bisa menikmati segarnya udara Bogor bersama istri dan keluarga Bojonggede. Dan sekitar jam 8:30 jalan-jalan ke Pemda Cibinong sekalian ketemu Pak Hendy, eks atasannya Evrina di BISI dulu, mengambil paket titipan dari temen-temennya di Kediri. Setelah itu langsung ke pusat sandang, Anggada Jaya Cibinong, milih-milih bahan baju.

Dan sore ini, lagi searching 2x2x2 rubic solving, untuk menyusun pocket rubic kiriman temennya Evrina dari Kediri.

 

2009: The Proposal & Enganged

Peras sagu tumbuk pakai alu
damar getah oleskan pintu.
Hari Minggu dua tahun lalu
melamar dia diantar ortu.

Setelah berkenalan cukup lama, akhirnya saya memberanikan diri memohon restu orang tua untuk melamar Evrina Budiastuti binti Bapak Budoyo. Alhamdulillah niatan tersebut teryata didorong juga. Dan setelah dibicarakan kepada kedua belah pihak, pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2009 lalu saya diantar oleh orang tua beserta saudara melamar dan bertunangan dengan Evrina. Dan hasilnya alhamdulillah saya diterima :).

Hal-hal yang menyangkut jenjang lebih lanjut dibicarakan kemudian.

Lega rasanya saat itu, karena salah satu tahapan dalam kehidupan saya telah terlewati.

Amazing! : Tendangan & Rubik’s Cube

Hari Minggu kemarin merupakan suatu keajaiban tersendiri buat saya.

Pertama, merasakan tendangan/gerakan dari anak saya yang ada di rahim istri tercinta. Untuk pertama kalinya!

Rasanya gimanaaaa gitu. Pokoknya seperti keajaiban! Apalagi sudah 3 minggu ini kami berbeda jarak geografi, hehe :). Istri di Bojonggede, Bogor dan saya di Jatitujuh, Majalengka. Perkembangan kehamilan tidak dapat dipantau secara langsung, hanya bisa lewat telepon, SMS, YM!, atau video streaming via skype. Sudah lama memang gerakan itu muncul, namun hanya istri saya yang sering merasakannya.

Kedua, mengenal dan belajar singkat menyelesaikan Rubik’s Cube. Walo cuma belajar sekilas dibawah pengawawan istri, alhamdulillah saya sudah bisa menyelesaikan sampai 2 layer.

Oiya, penyelesaikan rubik samapi 2 layer untuk pertama kali terjadi di stasiun Gambir sambil menunggu kereta api Cirebon Ekspress/Cireks.

Sebelumnya, seperti janji 2 minggu lalu saya menjemput istri untuk kembali ke kebun tebu. Namun karena saat bersamaan minggu-minggu ini merupakan waktu liburan sekolah jadi perjalanan kereta api sangat padat, hampir ke semua jurusan tiket ludes habis terjual. Padahal sehari sebelumnya, Sabtu saya sudah antri pesan tiket, namun tetap kehabisan tiket untuk keberangkatan hari Minggu. Jam 16.00 kami nekad berangkat ke Gambir siapa tau masih dapat tiket walau non-seat/tanpa tempat duduk, tiba jam 17.30 namun tetap tiket keberangkatan 18.30 habis. Sehingga hanya tersedia Cireks tambahan 20.30 dari Gambir. Kami harus menunggu 3 jam plus 1 jam akibat keterlambatan, kereta baru berangkat 21.35 dan sampai st. Jatibarang 00.12 hari Senin.

Pantun untuk Si Cuneng

Pantun, Untuk si Cuneng

Teh manis, seduh sendiri
Tanpa kecap baso berkuah
Neng yang manis, jauh Kediri
Hanya terucap selamat ultah

Gado-gado harganya murah
Baca Basmalah sbelum makan
Bukan kado bukan hadiah
Doa berkah dipanjatkan

——

Serat pisang jadi benang
Sambut tamu bunga melati
Hati riang, hati senang
Akan bertemu pujaan hati

Hasil tinggi siapa yang panen
Rumput di kebon layu terkulai
Jumat pagi, kudu ke Senen
Jemput si calon mempelai

——

Upik Abu jangan diganggu
Sibuk kerja disuruh mulu
Ini Rabu pinginnya Minggu
Duduk Ijab depan penghulu

Makan ketupat sambal ati
Iga panggang nasi kebuli
Doa kita panjat tak henti
Muga Yang Esa mengabuli

——

Sakit pisan tenggorokan
Duri ikan sama terasi
Kejutan ini disiapkan
Dari Rekan di kiyushi

Jatitujuh, Rabu 28 April 2010

%d bloggers like this: