Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for hobby

Gowes Si Putih

Sebenarnya sudah sebulan ini mulai lagi gowes setelah terjeda kesibukan giling. Namun, kalau dulu ada temennya, sekarang masih sendiri. Rutenya pun masih pendek, hanya sekedar pemanasan walaupun treknya masih nanjak juga.

Tunggangan pun sudah tidak status pinjam sepeda kantor lagi. Si Putih milik sendiri.

Melaju di Minggu Pagi (Rute Putat - Situ Sedong)

Melaju di Minggu Pagi (Rute Putat – Situ Sedong)

Terparkir di Beranda

Terparkir di Beranda

image

Pulang gowes

Rehat setelah nanjak

Rehat setelah nanjak

Advertisements

Nggowes Lagi

Baju lusuh kain terkoyak
Tak berlengan juga berrenda
Subuh-subuh sudah nanjak
Ke Kuningan nggowes sepeda.

Berhubung minggu ini bukan jadwal pulang ke Bogor, maka ketika diajak bersepeda saya langsung antusias meng-ayokan, waloupun saya ga punya sepeda. Untungnya di kantor ada inventaris, dengan dalih menemani Pa GM ngontrol kebun di Kuningan, saya pinjam itu sepeda.
Kami bertiga; Pa GM (Djono Sismanto), Didin (Dinarno) dan saya berangkat jam 5 pagi, dengan rute: komplek PG Sindanglaut – Cipeujeuh – Sedong – Caracas – Cilumus – kawasan Sangkanurip Kuningan.
Berhubung saya “pemula” dan treknya nanjak terus, saya selalu tertinggal jauh sehingga yang di depan sering melambatkan laju untuk menunggu saya.
Istirahat pertama di daerah Sedong dengan membuka bekal roti dari Bu GM, lumayan bahan bakar untuk nanjak. Setelah menempuh 2 jam perjalanan kami istirahat lagi di persimpangan Caracas – Kuningan, sambil nyarap bubur sop ayam kampung. Maknyus dan recomended!

image

Lalu lanjut melewati pasar Cilimus dan belok kiri masuk kawasan Sangkanurip. Disini istirahat lagi untuk recovery sekalian persiapan turun pulang. Oles-oles salep C*nterpain dan tak lupa poto-poto 🙂

image

image

image

Setelah cukup istirahat, saatnya pulang. Treknya sekarang turun. Tak lebih dari sejam kami sudah nyampe di komplek lagi. Sekarang tinggal pegalnya.

Selama perjalanan selain kayuhan banyak hal yang bisa di dapat mulai dari udara yang segar, suasana pedesaan yang ramah, hamparan lahan pertanian harapan para petani: kebun tebu dengan ruas kokoh dan lambaian daunnya, padi yang menguning dengan embun di rerumputan pematang, juga komoditas unggulan lainnya yakni ubi jalar. Ketika nendongak gagahnya Gunung Ceremai dengan selendang kabut seakan menyambut kami untuk lebih mendekat dan memeluknya.
Walaupun cape tapi amazing lah! Dan sepertinya saya akan ketagihan.

Catatan: Bagi pesepeda pemula wajib bisa membedakan antara C*nterpain dengan C*nesten. :p

Batal Renang

Daun seledri di kuah kare
ikan tuna dibuat pindang.
Tiap hari pulangnya sore
batal semua rencana renang.

Aktivitas kerja saat ini memang rada padat, selain urusan reguler yang berhubungan dengan bibit tebu, sekarang ditambah sedikit support ke pilot project drip irrigation seluas ± 90 ha. Otomatis pulang kerja lebih lambat, walaupun hari-hari biasa juga begitu.
Alhasil acara renang -sarana refresh dan menggerakkan otot yg sudah jenuh- seminggu dua kali tertunda lagi. Padahal baru mau dimulai lagi pasca -diliburkan sendiri selama- Ramadhan.
Muga saja minggu depan sudah dapat dimulai, karena sekarang saja sudah terasa pegal-pegal :p

Renang Lagi

Udah lama memang saya ga renang, dulu sebelum nikah hampir tiap minggu. Walo jarak tempuh terdekat dari rumah ke pool cukup lumayan jauh sekitar 25 KM-an tapi tetep dijajal juga. Beberapa tempat yang pernah saya coba adalah di Apita Green Hotel Cirebon, sport centre komplek Perumahan Pertamina-Indramayu dan yang paling sering taman air Rajawali yang berada di Kadipaten, Majalengka.

Dan baru tadi sore baru nyemplung lagi di kolam. Alhamdulillah, langsung nyep! sueger. Lumayanlah beberapa balik dengan gaya dada, dan hampir ngos-ngosan gaya bebas (maklum dah lama).

Ketika makan setelah renang tadi porsi saya seperti kuli, gembul 🙂 dan pas malamnya tidur benar-benar nyenyak (padahal biasanya juga kebluk 😛 ). Muga aja jadi rutin lagi. Amin

%d bloggers like this: