Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for olah raga

Olahraga, Harus Menjadi Kebutuhan Diri

Beberapa hari ini saya merasa kurang fit, kurang bugar dan badan rasanya pegal-pegal. Dalam bekerja pun rasanya kurang konsentrasi dan enerjik. Volume pekerjaan saat musim giling (tebu) ini memang lumayan padat dan membludak. Aktivitas sehari-hari lebih banyak dihabiskan di kantor, mulai dari pagi hingga kadang sampai larut malam. Keseimbangan beraktivitas antara bekerja dan istirahat memang harus balance dan tidak boleh mengorbankan salah satunya terutama kesehatan.

Olah raga adalah upaya mentreat/memperlakukan jasmani agar tetap terus bugar dan ajang menyegarkan kembali kondisi tubuh. Pada waktu sebelum-sebelumnya saya biasa bersepeda hingga ke daerah Kuningan, atau renang walaupun hanya seminggu sekali.

Terakhir saya renang adalah sebulan lalu di Bogor. beberapa kali saya ingin berolah raga selalu saja ada halangannya. Dan efeknya ini, badan serasa remek dan pegal-pegal.

Mudah-mudahan nanti sore atau besok pagi saya bisa dikasih kesempatan untuk renang. Tidak sabar nyebur dan menggerakkan badan ini.

Olah raga sekarang tidak hanya sebuah hobby atau gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan.

Ayo berolahraga!

Advertisements

Nggowes Lagi

Baju lusuh kain terkoyak
Tak berlengan juga berrenda
Subuh-subuh sudah nanjak
Ke Kuningan nggowes sepeda.

Berhubung minggu ini bukan jadwal pulang ke Bogor, maka ketika diajak bersepeda saya langsung antusias meng-ayokan, waloupun saya ga punya sepeda. Untungnya di kantor ada inventaris, dengan dalih menemani Pa GM ngontrol kebun di Kuningan, saya pinjam itu sepeda.
Kami bertiga; Pa GM (Djono Sismanto), Didin (Dinarno) dan saya berangkat jam 5 pagi, dengan rute: komplek PG Sindanglaut – Cipeujeuh – Sedong – Caracas – Cilumus – kawasan Sangkanurip Kuningan.
Berhubung saya “pemula” dan treknya nanjak terus, saya selalu tertinggal jauh sehingga yang di depan sering melambatkan laju untuk menunggu saya.
Istirahat pertama di daerah Sedong dengan membuka bekal roti dari Bu GM, lumayan bahan bakar untuk nanjak. Setelah menempuh 2 jam perjalanan kami istirahat lagi di persimpangan Caracas – Kuningan, sambil nyarap bubur sop ayam kampung. Maknyus dan recomended!

image

Lalu lanjut melewati pasar Cilimus dan belok kiri masuk kawasan Sangkanurip. Disini istirahat lagi untuk recovery sekalian persiapan turun pulang. Oles-oles salep C*nterpain dan tak lupa poto-poto 🙂

image

image

image

Setelah cukup istirahat, saatnya pulang. Treknya sekarang turun. Tak lebih dari sejam kami sudah nyampe di komplek lagi. Sekarang tinggal pegalnya.

Selama perjalanan selain kayuhan banyak hal yang bisa di dapat mulai dari udara yang segar, suasana pedesaan yang ramah, hamparan lahan pertanian harapan para petani: kebun tebu dengan ruas kokoh dan lambaian daunnya, padi yang menguning dengan embun di rerumputan pematang, juga komoditas unggulan lainnya yakni ubi jalar. Ketika nendongak gagahnya Gunung Ceremai dengan selendang kabut seakan menyambut kami untuk lebih mendekat dan memeluknya.
Walaupun cape tapi amazing lah! Dan sepertinya saya akan ketagihan.

Catatan: Bagi pesepeda pemula wajib bisa membedakan antara C*nterpain dengan C*nesten. :p

Bumil Berolahraga

Tugu Semanggi patung kuda,
kuda nil nubruk panda.
Minggu pagi jalan ke Pemda,
nganter bumil berolahraga.

*) untuk menjaga kebugaran dan latihan fisik menghadapi persalinan, bumil harus rutin berolahraga. Salah satunya rutin jalan kaki di pagi hari. Mumpung hari Minggu berkesempatan nganter sekalian nyari sarapan bubur ayam.

%d bloggers like this: