Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Puisi

Kudeta SBY !!

Kudeta SBY !!
by @Fahrihamzah

  1. Jadikah Kudeta hari ini? Jam berapa dan live di tv apa? (Bego ya kita, nunggu siaran langsung kudeta..haha)

  2. Bapak presiden, berhentilah bicara soal keamanan pribadimu. Lihat lah keamanan rakyatmu…

  3. Sementara kau dikelilingi oleh pasukan pengawal yg sebagiannya dipimpin saudaramu sendiri…siapakah yg jaga rakyat?

  4. Lihatlah orang yg terbunuh secara sadis…sesekali bacalah tabloid kriminal…hidup ini pedih jenderal!

  5. Orang2 yang ditahan dalam penjara, lalu mereka didatangi kelompok bersenjata dan 31 peluru disemburkan…

  6. Apakah yang kau jaga bapak presiden dan para staff begitu khawatir dengan keselamatan mu…?

  7. Kau dan mereka mematut-matut citra diri dan opini media massa sementara rakyat kau biarkan dlm bahaya…

  8. Sebelum semua menjadi sesal dan luka kita semua. Bisakah kita sebagai teman saling dengar?

  9. Pertama, janganlah selalu kau senangi pujapuji dan belajarlah mendengar pahit getir…hentikanlah feudalisme…

  10. Kedua, belajarlah mengerti bahwa pemimpin menentukan anakbuahnya dan tidak sebaliknya..

  11. Dengarlah bisikan hati jangan dengar bisikan setan. Apalagi yg bilang hari ini ada kudeta.
  12. Sesekali lihatlah penjara tanpa perencanaan karena semua yg dianggap salah ada disana.salahkah mereka semua?

  13. Karena semua kekacauan sosial muncul akibat hukum yg tak tegak…akibat hukum jadi alat pencitraan belaka..

  14. Maka akhirnya. Jadilah pahlawan bagi keadilan meski kadang arus opini tidak searah kesana…

  15. Tuan presiden, untuk semua yg kubisikkan kau tak perlu pengawalan…itu urusan hati belaka..

  16. Ku tunggu kau di atas malam. Sepertiga malam yg sepi…saat sirine mobilmu dihentikan..

Advertisements

Setangkup Roti Hanya Tergenggam

Setangkup roti hanya tergenggam tangan
Tatkala panggilan berkumandang
Sebagai tanda fajar terkembang
Hanya seteguk sempat lewati rahang
Harus kuat hadapi siang
Kemenangan bila menyentuh petang

RD12A, 20121108, 04:16

Posted from WordPress for Android

Bulan Lewat Purnama

Angin malam sibak tirai jendela
Sejenak mata ikut terpana
Akan bulan penuh pesona
Teriris karena lewat purnama
Namun wakili sang surya lewat pantulan cahaya
wakili rindu akan dinda dan ananda
Sesaki ruang, peluk di dada.

*) Stamploor, 5/8/2012. 03:48

Sepi

Kala senja benamkan mentari
Rumah tua hanya aku  yang mengisi
Sepi
Sepi
Sepi
Kadang kereta api lewat sesekali
Sisanya gemerisik dari tipi,
Sunyi
Lampu neon  seringnya mati
Ke dapurpun kadang tak  berani
Apa nasibnya Kamis malam nanti?
Ditemani neng Jinni?
Kalau neng kunti beraksi,
Aku tak punya nyali…

Bulan, Bintang, Besok Aku Pulang

Bulat sempurna temani titik kelip,
pantulkan dua belah jiwa
nun jauh.
Aku kangen.
Bulan, bintang,
besok aku pulang,
temui kalian.

*) Purwadadi, 14 Okt 2011, 21:00

%d bloggers like this: