Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for Subang

Nengok Ki Tambleg

Kunjungan camat kalungi kembang
yang terima salamin caleg.
Malam Jumat nongkrong di Subang
depan wisma nengok ki tambleg.

Advertisements

Sudahi Dulu Berkasih Rindu

Sudahlah terang tandanya siang,
tanda lampu sudah tak perlu.
Saat datang rantau ke Subang,
sudahi dulu berkasih rindu.

*) rutinitas Minggu malam, berangkat ke Subang. Pekan depan ayah pulang lg 🙂

Bulan, Bintang, Besok Aku Pulang

Bulat sempurna temani titik kelip,
pantulkan dua belah jiwa
nun jauh.
Aku kangen.
Bulan, bintang,
besok aku pulang,
temui kalian.

*) Purwadadi, 14 Okt 2011, 21:00

Rutinitas Minggu Malam

Dari kertas baju bersulam
kena dibor jadi berlubang.
Rutinitas Minggu malam
dari Bogor berangkat ke Subang.

Tarif Baru Bis Subang – Jakarta Naik 20%

Saya dari Bogor dan bekerja di Subang. Karena istri tidak ikut diboyong, maka hampir tiap minggu saya pulang.
Berhubung ada rekan kerja, yang kebetulan orang Bogor juga mempunyai fasilitas kendaraan sendiri, saya sering ikut numpang pulang. Tapi kadang pula harus naek kendaraan umum, seperti Sabtu ini.
Saya biasa naik dari Kalijati, walaupun dari Sukamandi (pantura) pun bisa. Alasan memilih via Kalijati/Sadang karena lebih nyaman dan ber-AC. Via Kalijati ini bis jurusan Jakarta dari Subang dilayani dua PO yakni Keramat Jati dan Warga Baru.
Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini tarifnya naek 20% dari hari normal (Rp 20.000,-) menjadi Rp 24.000,-. Fenomena ini tidak mengherankan karena biasanya tarif/harga yg sudah naik susah untuk kembali normal. Kenaikan ini diawali oleh tuslah lebaran 25% menjadi Rp 25.000,-.
Apakah tarif ini resmi? Entahlah,… Biasanya Organda dan Dishub yang menentukan.

Sertifikasi Bibit Tebu

Sakit gigi makan bubur
minum jamu rasa sabun.
Minggu pagi kagak libur
nemenin tamu keliling kebun.

*) Subang | Sertifikasi bibit bersama P3GI

Segera Nambah No Ponsel

Perbedaan provider layanan seluler kadang dikeluhkan apabila interaksi antar person cukup tinggi, hal ini dikarenakan tarip seringkali lebih mahal pada setiap layanan.
Beda tempat beda pula kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan seluler. Begitupun saya. Di tempat sebelumnya yang ngetren adalah yang sinyalnya kuat, sedangkan di tempat baru-Subang kebanyakan memakai komunitas yang tarifnya paling murah.
Otomatis saya juga (akan segera) menggunakan no baru. Konon kata orang-orang disini telpon siang-malam gratis kepada sesama komunitas, hanya bayar-semacam abodemen-bulanan.
Tambah no biasanya nambah juga budget yang harus dialokasikan… Dan sepertinya gadget pun harus nambah, mulai melirik dualsim, agar on semua tanpa harus rempong nenteng banyak gadget.

%d bloggers like this: