Catatan diri seorang mohyiyi

Sabar Ikhtiar Profesional

Archive for June, 2011

Bedrest: Liburan Isra’ Mi’raj Ala Harganas

Libur umumnya diisi dengan suasana gembira, piknik, ato olahraga bareng keluarga. Namun libur Isra’ Mi’raj kemarin lain dengan biasanya. Seharian bedrest, tidur dan tidur.

Gejala batuk memang sudah ada sejak 2 minggu lalu, tapi sempat reda. Namun kemarin malam, batuk muncul lagi diiringi dengan pilek dan flu. Alhasil badan drop, ngilu-ngilu, bindeng, idung bercucuran, dan batuk berdahak memecah keheningan komplek yang ditinggal penghuni.
Untungnya ada istri yang setia menemani, mengingatkan minum obat dan memotivasi untuk sabar.

Padahal libur kemarin sudah direncanakan mau jalan pagi nemenin yang hamil, renang, belanja keperluan sehari-hari. Jadinya rencana bubar semua.

Oiya, tanggal 29 Juni kemarin kan Hari Keluarga Nasional. Jadi bedrest ada hikmahnya bisa berduaan, eh bertiga sama calon anak kami, di rumah. Itung-itung mengisi dan memperingati Harganas :p.

Hari ini walau masih berat, alhamdulillah ta paksain masuk kantor, biar otot-otot bergerak.

Ya Alloh, berilah kami anugrah sehat. Amin

Advertisements

Amazing! : Tendangan & Rubik’s Cube

Hari Minggu kemarin merupakan suatu keajaiban tersendiri buat saya.

Pertama, merasakan tendangan/gerakan dari anak saya yang ada di rahim istri tercinta. Untuk pertama kalinya!

Rasanya gimanaaaa gitu. Pokoknya seperti keajaiban! Apalagi sudah 3 minggu ini kami berbeda jarak geografi, hehe :). Istri di Bojonggede, Bogor dan saya di Jatitujuh, Majalengka. Perkembangan kehamilan tidak dapat dipantau secara langsung, hanya bisa lewat telepon, SMS, YM!, atau video streaming via skype. Sudah lama memang gerakan itu muncul, namun hanya istri saya yang sering merasakannya.

Kedua, mengenal dan belajar singkat menyelesaikan Rubik’s Cube. Walo cuma belajar sekilas dibawah pengawawan istri, alhamdulillah saya sudah bisa menyelesaikan sampai 2 layer.

Oiya, penyelesaikan rubik samapi 2 layer untuk pertama kali terjadi di stasiun Gambir sambil menunggu kereta api Cirebon Ekspress/Cireks.

Sebelumnya, seperti janji 2 minggu lalu saya menjemput istri untuk kembali ke kebun tebu. Namun karena saat bersamaan minggu-minggu ini merupakan waktu liburan sekolah jadi perjalanan kereta api sangat padat, hampir ke semua jurusan tiket ludes habis terjual. Padahal sehari sebelumnya, Sabtu saya sudah antri pesan tiket, namun tetap kehabisan tiket untuk keberangkatan hari Minggu. Jam 16.00 kami nekad berangkat ke Gambir siapa tau masih dapat tiket walau non-seat/tanpa tempat duduk, tiba jam 17.30 namun tetap tiket keberangkatan 18.30 habis. Sehingga hanya tersedia Cireks tambahan 20.30 dari Gambir. Kami harus menunggu 3 jam plus 1 jam akibat keterlambatan, kereta baru berangkat 21.35 dan sampai st. Jatibarang 00.12 hari Senin.

Teko Hanya Mengeluarkan Isi Teko

Alhamdulillah it’s Friday, mari isi hari penuh berkah ini dengan amalan yang lebih berkah dan memberi manfaat kepada orang lain. Semangat!

Saya akan me-re-post beberapa twit lini waktu Aa Gym:

Jika orang marah, kita balas marah; orang menghina, kita balas menghina. Ternyata diri kita hanya sekedar peniru keburukan saja.

Setiap kali kita berkata buruk sesungguhnya kita sedang mempertontonkan keburukan diri sendiri.
Teko hanya mengeluarkan isi teko.

*) Sumber: lini waktu twit @aagym_dt

Definisi Mandi Versi #Silet (Lebay)

Butiran-butiran bening membasahi raga nan penuh sisa-sisa usaha insan pengembara dunia fana, dilumuri semerbak wewangi surgawi nan putih lembut, diparipurnakan dengan guyuran titisan sejuk dan suci dari sumber aliran-aliran bengawan kahyangan. Dikeringkan dengan lembaran-lembarab halus dan lembut dari wol domba-domba padang sabana.

Definisi mandi versi #silet (lebay)

*) Jt, 14 juni 2011, 17:54 wib

Emut Bae

Saninten pinuh ku lumut,
ti leuwi palid ka sagara.
Tiap dinten abdi mah emut,
ka saha deui, lamun teu ka salira.

Awal Kemarau

Kemarau

Daun-daun randu juga jati
Berguguran kini
bukan sedih, bukan juga mati
transpirasi terhenti, ini adaptasi

Kemarau datang
keringkan ladang-ladang
uap-uap terbang, lenyap hilang
kulit bersisik tersapu angin kering kerontang
dingin malam tusuk hingga tulang
arak-arakan awan berkurang
jangan ditanya kawan, panasnya siang

Kapasitas bawah titik layu
tanpa air, fraksi jadi debu
lumpur-lumpur jadi batu
oasis dicari dan diburu

Janganlah lama, kami rindu sejuk.

 

“Ya Allah berilah kami hujan yang menolong. Menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat dan tidak membahayakan dengan segera tanpa ditunda-tunda.” ~ HR. Abu Dawud.

Can Bisa Sare, Emut Ka Nu Di Bogor

Meulak sampeu eujeung pare,
nu jadi peuteuy sahangor.
Jam sakieu can bisa sare,
emut ka pamajikan di Bogor.

#sisindiran | Kamar Pingky | 11 Juni 2011, 02:32 wib

%d bloggers like this: